Arema Indonesia Takluk 5-1 Atas Sriwijaya
Menurunkan formasi yang berbeda dari pendahulunya, Wolfgang Pikal yang telah dipecat setelah hanya mampu meraih 1 poin dari 4 kali pertandingan yang telah dijalani selama kompetisi Indonesia Super League. Coach sementara Arema, Joko Susilo memainkan beberapa pemain yang tidak turun saat ditahan imbang Persiram Raja Ampat pada laga sebelumnya seperti Khusnul Yuli dan kiper Benny.
Arema mencoba untuk langsung mengambil alih inisiatif serangan pada laga malam ini. Dimotori oleh Ferry Aman Saragih yang laga sebelumnya berhasil menciptakan satu gol saat bertemu Persiram Raja Ampat. Namun 4 pemain tengah Arema masih belum mampu mengimbangi pemain tengah dari Sriwijaya FC yang dimotori dua eks idola Aremania, Firman Utina dan Ponaryo Astaman.
Peluang pertama datang dari Sriwijaya FC pada menit 12 ketika tangkapan kiper Arema kurang lengket saat menangkap bola dari tendangan sudut, beruntung bagi Arema Benny masih sigap mengamankan bola dari terjangan Hilton.
Arema langsung membalas serangan Sriwijaya dengan serangan balik cepat pada menit 13, Marcio Souza yang jatuh didalam kotak pinalti Sriwijaya FC setelah berduel dengan Nova Arianto tidak mampu membuat wasit menganggap bahwa itu adalah sebuah pelanggaran dan wasit tidak memberikan hukuman pinalti untuk Arema.
Sriwijaya FC berhasil menguasai lapangan tengah dan berkali-kali dengan leluasa mengobrak-abrik pertahanan Arema yang dikomandoi Seme Patrik dan Charis Yulianto. Permainan para pemain Sriwijaya sangat tenang dan berbeda sekali dengan para pemain Arema yang tampak terlalu terburu-buru.
Pelanggaran disekitar kotak pinalti pun sering dilakukan para pemain Arema. Pelanggaran ini mampu dimanfaatkan oleh Sriwijaya ketika pada menit 21 tendangan bebas Hilton Moreira berhasil menembus gawang Arema setelah bola sempat membentur pemain belakang Arema Steve Hesketh dan merubah skor menjadi 0-1 untuk Sriwijaya FC.
Hilton kembali menjadi aktor ketika mengobrak-abrik pertahanan Arema. menit 37 Hilton yang lolos dari perangkap offside setelah menerima umpan dari Ponaryo Astaman berhasil mengirim umpan kepada Keith Kayamba Gumbs dari dalam kotak pinalti Arema namun sayang tendangan Kayamba melayang diatas mistar gawang.
Masih pada menit 37 Hilton kembali menjadi mimpi buruk bagi Arema setelah berhasil menjebol kembali gawang Arema setelah memaksimalkan umpan Firman Utina dan merubah skor menjadi 2-0 untuk Sriwijaya. Belum sempat bernafas, Arema kembali harus menelan pil pahit kala Hilton kembali melesakkan gol setelah berhasil lepas dari kawan Seme Patrick dan meninggalkannya dan dengan mudah menaklukkan kiper Arema yang maju kedepan pada menit 38. Dan skor ini pun bertahan hingga turun minum.
BABAK KEDUA
Tidak ada perubahan dari kedua tim saat babak kedua dimulai. Arema tetap mempertahankan tim yang bermain dibabak pertama. Sriwijaya langsung menggebrak pertahanan Arema, pada menit 46 Hilton berhasil mencocor bola umpan dari Keith Kayamba yang berhasil melewati bek Arema, beruntung bagi Arema bola tendangan Hilton masih menyamping tipis disebelah kanan penjaga gawang Arema Benny.
Pada menit 58 Arema memperoleh kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan ketika Santoni berhasil menerima umpan jauh dari Marcio Souza. Namun sayang, Santoni masih kurang tenang ketika mengeksekusi peluang tersebut. Tendangan striker yang bergabung didetik-detik akhir pendaftaran pemain ini masih jauh melambung diatas gawang Ferry Rotinsulu.
Menit 62 Arema berhasil memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas dari sisi kiri pertahanan Sriwijaya fC setelah Sujarwoko dilanggar oleh Mahyadi Panggabean. Tendangan kaki kiri mantan pemain Persebaya ini berhasil menembus gawang tanpa bisa diantisipasi oleh Ferry Rotinsulu.
Berhasil menjaringkan satu gol seperti memberi nafas baru bagi para pemain Arema Indonesia. Memanfaatkan Sriwijaya FC yang mengendorkan serangan setelah unggul, Arema berkali-kali menekan pertahanan Sriwijaya lewat kecepatan Firmansyah Aprilianto disisi kanan dan akselerasi dan mobilitas tinggi dari Arif Arianto. Namun sayang, kurangnya dukungan dari lini kedua dan tumpulnya barisan depan Arema sehingga serangan Arema selalu gagal berbuah gol.
Bermain dalam kondisi lapangan basah terkena hujan yang mengguyur lapangan stadion Kanjuruhan, kedua tim sering terlibat adu fisik dilapangan dengan pelanggaran-pelanggaran yang sering terjadi.
Sriwijaya yang telah unggul mencoba bermain aman dengan lebih berani bermain dilapangan tengah dan menguasai ball possession dengan kemudian memukul lewat serangan cepat apabila Arema kehilangan bola saat membangun serangan.
Arema yang tertinggal 2 gol pun tetap berusaha untuk memperkecil ketertinggalan lewat serangan sayap yang dimotori Firmansyah Aprilianto. Namun koordinasi tiap lini sepertinya menjadi kendala utama Arema pada pertandingan malam ini. Dan lemahnya koordinasi pertahanan Arema ini sangat tampak saat gol keempat Sriwijaya yang diciptakan Keith Kayamba Gumbs. Menerima umpan dari tendangan Ferry Rotinsulu, Hilton Moreira dengan mudah mengungguli Seme Pirre dan kemudian memberi umpan lewat headingnya kepada Keith Kayamba yng berlari meninggalkan Charis Yulianto. Lewat tendangan loop nya dan menaklukkan kiper Benny pada menit 86.
Stadion Kanjuruhan benar-benar menjadi tempat berpesta bagi Sriwijaya FC saat kembali Keith Kayamba berhasil memperbesar skor menjadi 1-5 pada menit 91 kala lewat seklimit didepan kotak pinalti Arema, tanpa kawalan Keith Kayamba dengan tenang memasukkan bola ke gawang Arema dan skor ini bertahan hingga wasit meniup peluit akhir.
Hasil ini tentu saja semakin membenamkan Arema dipapan bawah klasemen sementara Indonesia Super League dengan hanya mampu mengoleksi 1 poin dari 5 pertandingan yang telah dijalani. (afd/WE)
Sumber : Wearemania.net
Berita dan Artikel
21/02/2012 | Administrator Skuad Arema Indonesia untuk kompetisi Indonesia Super Liga memang selama 2 hari ini menjalani liburan usai ditahan Persija 1-1 di kandang, meski aktivitas pemain libur namun tidak dengan geliat m [ ... ] |
20/02/2012 | Administrator Pelatih Arema Indonesia Joko Susilo kembali menurunkan the winning team seperti saat melawan PSPS Pekanbaru. Formasi 3-5-2 kembali diusung oleh pelatih yang sebelumnya menjabat asisten pelatih te [ ... ] |
| Berita dan Artikel Lainnya |




